Kostatv.id – PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai proyek pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (17/1/2024) lalu. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp940 miliar dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2024.
Gedung dan Masjid Negara di IKN akan berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare, menghadirkan keindahan arsitektur yang dikelilingi air.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa masjid ini dapat menampung hingga 61.000 jemaah dan diharapkan menjadi contoh pembangunan masjid global serta mencerminkan kemajemukan Indonesia.
“Sebagai sarana meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt., menjadi tempat yang nyaman bagi umat muslim untuk melakukan aktivitas keagamaan, serta simbol toleransi antaragama di IKN,” ujar Presiden Jokowi.
Baca: Progres Kilat! Infrastruktur IKN Tahap 1 Capai 62,65%, Target Rampung 2024
Tjahjo Purnomo, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, mengungkapkan bahwa Masjid Negara di IKN akan dirancang sebagai green building.
“Proyek ini melibatkan Hutama Karya dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. melalui kerja sama operasi (KSO), dengan Hutama Karya bertanggung jawab atas struktur, arsitektur, MEP (Mechanical, Electrical and Plumbing), kawasan atau lanskap, bangunan penunjang, bangunan komersial, dan jembatan,” jelas Tjahjo.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, proyek ini akan menggunakan material ramah lingkungan dan mengurangi limbah. Tantangan besar muncul saat pengerjaan kubah masjid yang memiliki desain unik menyerupai sorban.
Tjahjo menekankan bahwa tim lapangan telah mempersiapkan strategi penanganan, termasuk pemantauan intensif, penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM), dan penggunaan struktur pracetak untuk memastikan keberhasilan proyek sesuai jadwal dan standar mutu yang ditetapkan.











