Edukasi

Inspirasi Tawa: 5 Contoh Puisi Lucu untuk Ceriakan Hari

×

Inspirasi Tawa: 5 Contoh Puisi Lucu untuk Ceriakan Hari

Sebarkan artikel ini

Kostatv.id – Di tengah kemajuan zaman yang semakin pesat, puisi lucu menjadi salah satu bentuk hiburan yang dapat dinikmati bersama orang-orang terdekat. 

Tidak hanya sekadar mengundang tawa, namun puisi lucu juga memiliki keajaiban tersendiri dalam mencairkan suasana dan menghadirkan keceriaan di sekitar.

Dalam era digital seperti sekarang, puisi lucu juga dapat dengan mudah dibagikan melalui media sosial, memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang melihatnya.

Meski begitu, menyusun puisi lucu yang berhasil memancing tawa bukanlah hal yang mudah. Bagi yang membutuhkan inspirasi, berikut ini beberapa contoh puisi lucu yang bisa menjadi sumber ide, diambil dari berbagai sumber seperti Lucu09 dan Yedepe.

1. Aku

Akulah karyawan paling rajin di dunia

Berani berkorban nggak nonton Piala Dunia

Meski hati merana tapi tetap berdedikasi

Meski hari Sabtu gini aku tetap berdasi

Akulah karyawan paling pantes dapet promosi

Selalu paling depan ngisi daftar absensi

Di antara rekan akulah yang paling rajin

Temen yang nggak masuk pun aku absenin

Jam 8 kurang udah masuk kantor

Tidak lupa membeli koran

Di koran banyak berita koruptor

Kenapa gua nggak kebagian?

Sekarang hidup bener-bener nggak aman

Pake handphone di mobil digedor kapak merah

Itulah kenapa aku nggak beli mobil dan handphone

Akulah karyawan yang paling setia

Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya

Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya

Sampai kantor diledakin, aku jadi otaknya…!!

Baca: Rangkaian Puisi Senja: Ungkapan Romantis di Balik Kemegahan Alam

2. Bayangmu

Bayanganmu, selalu hadir setiap malamku

Saat suasana menjadi horor

Dan mencekam

Bayanganmu selalu datang di setiap mimpiku

Saat aku mimpi buruk

Bayanganmu, selalu menemani dalam sepiku

Saat aku merasa sendiri

Dan ketakutan

Aku pun tak kuasa menyimpan tanya

Kamu itu pacarku apa hantu sih???

3. Jerawat

Jerawat, oooh jerawat

Kau tumbuh subur menutupi Jidat

Kau buat mukaku terasa pekat

Jika kupijat mukaku langsung pucat

Jerawat, oooh jerawat

Karena kau hari-hariku terasa berat

Karena kau mukaku seperti tak terawat

Jika ku berkaca ingin rasanya cermin ku sikat

Jerawat, oooh jerawat

Kau terus bertambah seolah menjerat

Kau bisa menyebabkan aku berbuat nekat

Jika kubiarkan mukaku pasti sekarat

Jerawat, oooh jerawat

Kini tampangku semakin berkarat

Kupencet satu timbul empat

Kupencet di jidat timbul di pantat

Dasar jerawat!!

4. Meratapi Bayangan

Saat aku terpejam

Aku menengok keluar jendela

Aku tak bisa tidur mengingat berbagai hal yang menusuk pikiranku

Mulai senja hingga malam menjelang

Terdapat bayangan hitam mengikutiku tanpa henti

Dia berwujud sama sepertiku dan bergerak sama sepertiku

Payah… ternyata dia bayanganku sendiri

5. Menyesali Pandangan

Pagi itu aku pergi keluar

Memandang keindahan langit yang membuat mata tertunduk

Kulihat seorang rupawan menggerai rambut lurus sebahu

Kulit seputih susu kambing baru dengan tinggi semampai

Ku bilang dalam hati, bahwa gadis itu sempurna

Ku dapati di depannya lalu ku tengok penuh harap

Saat aku melirik, ternyata dia waria yang menjelma wanita

Aku terjatuh tergeletak tak sadarkan diri

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!