Kostatv.id – Di tengah kemajuan zaman yang semakin pesat, puisi lucu menjadi salah satu bentuk hiburan yang dapat dinikmati bersama orang-orang terdekat.
Tidak hanya sekadar mengundang tawa, namun puisi lucu juga memiliki keajaiban tersendiri dalam mencairkan suasana dan menghadirkan keceriaan di sekitar.
Dalam era digital seperti sekarang, puisi lucu juga dapat dengan mudah dibagikan melalui media sosial, memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang melihatnya.
Meski begitu, menyusun puisi lucu yang berhasil memancing tawa bukanlah hal yang mudah. Bagi yang membutuhkan inspirasi, berikut ini beberapa contoh puisi lucu yang bisa menjadi sumber ide, diambil dari berbagai sumber seperti Lucu09 dan Yedepe.
1. Aku
Akulah karyawan paling rajin di dunia
Berani berkorban nggak nonton Piala Dunia
Meski hati merana tapi tetap berdedikasi
Meski hari Sabtu gini aku tetap berdasi
Akulah karyawan paling pantes dapet promosi
Selalu paling depan ngisi daftar absensi
Di antara rekan akulah yang paling rajin
Temen yang nggak masuk pun aku absenin
Jam 8 kurang udah masuk kantor
Tidak lupa membeli koran
Di koran banyak berita koruptor
Kenapa gua nggak kebagian?
Sekarang hidup bener-bener nggak aman
Pake handphone di mobil digedor kapak merah
Itulah kenapa aku nggak beli mobil dan handphone
Akulah karyawan yang paling setia
Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya
Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya
Sampai kantor diledakin, aku jadi otaknya…!!
Baca: Rangkaian Puisi Senja: Ungkapan Romantis di Balik Kemegahan Alam
2. Bayangmu
Bayanganmu, selalu hadir setiap malamku
Saat suasana menjadi horor
Dan mencekam
Bayanganmu selalu datang di setiap mimpiku
Saat aku mimpi buruk
Bayanganmu, selalu menemani dalam sepiku
Saat aku merasa sendiri
Dan ketakutan
Aku pun tak kuasa menyimpan tanya
Kamu itu pacarku apa hantu sih???
3. Jerawat
Jerawat, oooh jerawat
Kau tumbuh subur menutupi Jidat
Kau buat mukaku terasa pekat
Jika kupijat mukaku langsung pucat
Jerawat, oooh jerawat
Karena kau hari-hariku terasa berat
Karena kau mukaku seperti tak terawat
Jika ku berkaca ingin rasanya cermin ku sikat
Jerawat, oooh jerawat
Kau terus bertambah seolah menjerat
Kau bisa menyebabkan aku berbuat nekat
Jika kubiarkan mukaku pasti sekarat
Jerawat, oooh jerawat
Kini tampangku semakin berkarat
Kupencet satu timbul empat
Kupencet di jidat timbul di pantat
Dasar jerawat!!
4. Meratapi Bayangan
Saat aku terpejam
Aku menengok keluar jendela
Aku tak bisa tidur mengingat berbagai hal yang menusuk pikiranku
Mulai senja hingga malam menjelang
Terdapat bayangan hitam mengikutiku tanpa henti
Dia berwujud sama sepertiku dan bergerak sama sepertiku
Payah… ternyata dia bayanganku sendiri
5. Menyesali Pandangan
Pagi itu aku pergi keluar
Memandang keindahan langit yang membuat mata tertunduk
Kulihat seorang rupawan menggerai rambut lurus sebahu
Kulit seputih susu kambing baru dengan tinggi semampai
Ku bilang dalam hati, bahwa gadis itu sempurna
Ku dapati di depannya lalu ku tengok penuh harap
Saat aku melirik, ternyata dia waria yang menjelma wanita
Aku terjatuh tergeletak tak sadarkan diri
Penulis:











