Kostatv.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan sebagai langkah prioritas untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah dasar dan menengah.
Program ini, yang menjadi fokus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), membuka peluang bagi lulusan sarjana dan diploma IV dari berbagai jurusan, baik pendidikan maupun non-pendidikan.
“Dengan PPG Prajabatan, kami mengundang para putra dan putri terbaik bangsa yang memiliki minat dan panggilan jiwa menjadi guru untuk bergabung dalam seleksi calon Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani.
Tahun ini, PPG Prajabatan menawarkan kuota sebanyak 38.112 peserta untuk 23 bidang studi umum dan 27 bidang studi kejuruan. Para peserta yang berhasil lolos seleksi akan menjadi mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 dan mendapatkan beasiswa biaya pendidikan sebesar Rp17 juta untuk dua semester atau satu tahun perkuliahan.
Baca: Pengumuman SNBP 2024: 20 PTN Paling Bergengsi Rilis Peserta Terbanyak
Pelaksana tugas Direktur Pendidikan Profesi Guru, Adhika Ganendra, menjelaskan bahwa program PPG Prajabatan tahun ini mengalami beberapa perubahan dibanding tahun sebelumnya. “Peserta akan melewati tahapan pendaftaran, seleksi, hingga memilih preferensi lokasi pengabdian dan peminatan lokasi perkuliahan,” ujarnya.
PPG Prajabatan menjadi wujud nyata komitmen Kemendikbudristek dalam meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Program ini bertujuan melahirkan guru yang menguasai kompetensi dasar, berorientasi pada peserta didik, berkomitmen sebagai teladan dan pembelajar seumur hidup, serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, program PPG Prajabatan dilengkapi dengan pengajaran dan asesmen yang efektif, pembelajaran sosial-emosional, proyek kepemimpinan, praktik pengalaman pembelajaran, literasi berbagai mata pelajaran, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pendidikan inklusif, pengembangan kurikulum, dan pembelajaran berdiferensiasi.











