KOSTATV.ID – MEDAN – Ketua DPD Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menjadi korban salah tangkap oleh anggota Polrestabes Medan saat menumpang pesawat Garuda Indonesia rute Kualanamu-Soekarno Hatta, Rabu (15/10) sekitar pukul 19.25 WIB.
Peristiwa itu membuat penerbangan sempat tertunda sekitar 20 menit.
“Saya sudah masuk dalam pesawat. Sudah duduk dan pesawat siap mau terbang. Tiba-tiba masuk lima orang: Avsec, kru pesawat Garuda, dan polisi berpakaian preman,” ujar Iskandar.
Insiden tersebut membuat penumpang pesawat heboh. Menindaklanjuti kejadian ini, Propam Polda Sumut memeriksa empat anggota Polrestabes Medan yang melakukan penangkapan.
“Benar ada empat anggota yang diperiksa Propam Polda Sumut,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani, Jumat (17/10).
Kompol Siti Rohani membantah bahwa Iskandar menjadi korban salah tangkap.
Baca: Koalisi Pemerintah: NasDem Fokus Bangun Bangsa, Bukan Soal Kursi
Menurutnya, personel Polrestabes Medan hanya ingin memastikan data karena nama Iskandar sama dengan tersangka lain, Judol. “Tujuan petugas saat itu untuk memastikan data,” ujarnya.
Polda Sumut pun menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Iskandar.
“Kami dari pihak kepolisian minta maaf jika ternyata ada ketidaknyamanan atau ketersinggungan dari yang bersangkutan atau pihak-pihak lain,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Kamis (16/10).
Ferry menegaskan, Iskandar Ketua NasDem Sumut tidak terkait kasus yang ditangani aparat.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi dan verifikasi data dalam prosedur penangkapan, terutama di lokasi publik seperti pesawat.











