Politik

Wapres Gibran Bantah Isu ‘Gabut’, Tegaskan Hubungan Harmonis dengan Prabowo

×

Wapres Gibran Bantah Isu ‘Gabut’, Tegaskan Hubungan Harmonis dengan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Wapres Gibran Bantah Isu ‘Gabut’, Tegaskan Hubungan Harmonis dengan Prabowo
Doc. Foto: NNC Netralnews

KOSTATV.ID – JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menanggapi sejumlah isu yang ramai diperbincangkan publik sejak dirinya menjabat, mulai dari penugasan di pemerintahan, relasi dengan Presiden Prabowo Subianto, hingga julukan “Wapres Gabut”.

Dalam program “Gibran Bicara” bersama Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, Senin (2/12/2025), Gibran ditanya soal julukan tersebut. Putra sulung Presiden Jokowi itu menegaskan, penugasannya mengikuti peraturan presiden, dengan fokus utama pada Papua, termasuk isu kepemudaan, olahraga, stunting, dan ekonomi syariah.

“Papua ini menjadi atensi khusus Pak Presiden. Sekarang Pak Presiden punya dua mesin. Jadi ada BP3OKP (Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua) dan juga Komite Eksekutif yang kemarin baru dilantik oleh beliau. Jadi sekarang beliau punya dua mesin untuk mempercepat pembangunan yang ada di Papua,” kata Gibran.

Ia menambahkan, pembangunan Papua harus berkelanjutan, dan ia melaporkan setiap perkembangan kepada Presiden Prabowo. Salah satu fokus utama adalah percepatan Trans-Papua.

“Kemarin saya laporkan, ini kebutuhan Papua sekarang adalah bagaimana kita bisa mempercepat jalur Trans-Papua. Karena di sana yang paling bermasalah adalah akses. Jadi infrastruktur jalan ini harus baik. Nanti kalau Trans-Papua sudah tersambung, otomatis yang namanya inflasi, ketimpangan, masalah pertumbuhan ekonomi, nanti semuanya akan Insya Allah terselesaikan. Itu yang kami laporkan ke Pak Presiden kemarin. Dan beliau setuju,” ujarnya.

Infrastruktur dan Kesehatan di Papua

Gibran mengungkapkan kunjungannya ke Jayapura beberapa bulan lalu, di mana kini sudah tersedia rumah sakit super modern lengkap dengan CT Scan dan MRI, sehingga warga tidak perlu terbang jauh ke Makassar. Ia menyebut, 24 rumah sakit akan dibangun antara 2025–2029.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi concern utama. Kita lihat di sana MBG sudah jalan, cek kesehatan gratis di sekolah-sekolah jalan. Lalu kita lihat sekolah rakyat juga jalan. Berarti sementara ini pemerintah beranggapan bahwa masalah utama di Papua itu sumbernya dari infrastruktur,” ucapnya.

Baca: Isyarat Politik di Balik Keakraban Gibran dan Titiek Soeharto

AI dan Janji 19 Juta Lapangan Kerja

Menanggapi kekhawatiran soal AI dan peluang kerja, Gibran menegaskan pentingnya pendidikan coding dan pemikiran komputasi sejak dini. Ia menyebut, AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi justru menunjang pekerjaan sehari-hari.

“Waktu itu, masyarakat masih belum paham apa ini pentingnya AI dan pelajaran coding. Oh, coding memangnya nanti anak-anak mau diarahkan jadi programmer? Tidak. Jadi arahnya adalah bagaimana kita bisa menciptakan critical thinking dan juga cara berpikir komputasi ke anak-anak sedini mungkin,” ujar Gibran.

Beberapa sekolah dan pesantren kini sudah mengimplementasikan pembelajaran AI. Gibran menekankan kesiapan SDM dan guru menjadi kunci agar pendidikan menyesuaikan kebutuhan industri.

Belajar dari Tiga Presiden

Gibran mengaku belajar dari tiga presiden Indonesia. Dari Megawati Soekarnoputri, ia mempelajari blusukan dan mendengar langsung keluhan warga. Dari Presiden Prabowo, ia belajar keberanian mengambil keputusan dan cara membangun jaringan internasional, termasuk pengalaman KTT G20 di Afrika.

“Kalau sidang kabinet, saya enggak pernah absen. Saya dan Pak Presiden kan berbagi tugas. Tidak mungkin bisa ada di satu tempat yang sama di setiap waktu. Dan saya rasa itu pembagian tugas ya, seperti itu,” jelas Gibran.

Ia menegaskan, hubungannya dengan Presiden Prabowo baik dan harmonis. “Dan saya dan Pak Presiden itu tidak ada permasalahan apa-apa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!