Kostatv.id – Ibukota Indonesia saat ini terletak di DKI Jakarta, namun rencana pemindahan ke Kalimantan Timur dengan perubahan nama menjadi Nusantara tengah menjadi sorotan.
Namun, perpisahan pusat negara bukanlah hal baru dalam sejarah Indonesia. Sebelumnya, beberapa negara juga mengambil langkah serupa. Berikut adalah 10 negara selain Indonesia yang pernah memindahkan ibukotanya.
1. Malaysia: Pada tahun 1999, Malaysia memindahkan pusat pemerintahan Federal dan administrasinya dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya. Meskipun Kuala Lumpur tetap menjadi pusat budaya dan ekonomi, pemindahan ini dilakukan karena masalah seperti banjir, kemacetan, dan kepadatan penduduk.
2. Myanmar: Pada 5 Februari 2005, Myanmar memindahkan ibukotanya dari Yangon ke Naypyidaw. Alasan di balik pemindahan ini adalah keinginan pimpinan militer dan penguasa negeri.
3. India: Pada tahun 1912, India memindahkan ibukotanya dari Kolkata ke New Delhi. Pemindahan ini dilakukan untuk mengatasi masalah pergerakan pemerintahan kolonial.
4. Australia: Negeri Kanguru dulunya memiliki Melbourne sebagai pusat negara sejak tahun 1847. Namun, pada tahun 1913, pusat administratif dipindahkan ke Canberra untuk mengatasi persaingan dengan Sydney sebagai pusat negara.
Meskipun demikian, Perdana Menteri Australia, John Howard, pada tahun 1996, memindahkan rumah kediaman resminya ke Sydney secara rahasia.
5. Pakistan: Pada tahun 1960, Pakistan memindahkan ibukotanya dari Karachi ke Islamabad. Pemindahan ini dilakukan karena lokasi Islamabad yang strategis di tengah-tengah negara dan pembangunan ibukota yang hanya memakan waktu dua tahun dengan tema “kota hijau.”
Baca: Konglomerat Tanah Air Sambut Gembira Investasi di IKN: Aguan dan Rekanan Siap Maju
6. Brazil: Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada tahun 1960. Alasan di balik pemindahan ini adalah Rio de Janeiro yang penuh masalah seperti kepadatan penduduk dan kemacetan.
Rencana pemindahan ini telah disahkan sejak tahun 1956, dengan Brasilia dipilih karena dianggap cocok secara geografis dan potensial dalam memperbaiki keadaan ekonomi.
7. Rusia: Pada tahun 1918, ibukota Rusia dipindahkan dari Saint Petersburg ke Moskow. Pemindahan ini terjadi setelah pertempuran sengit di era Soviet di bawah kepemimpinan Vladimir Lenin karena ancaman invasi asing.
Sebelumnya, Moskow sempat menjadi pusat kekaisaran yang memerdekakan Rusia dari penjajahan Mongol pada tahun 1480, namun dipindahkan karena serangan Tatar dan wabah penyakit serta kelaparan. Meskipun terdengar kabar pemindahan ibukota ke Siberia, ini masih sebatas wacana.
8. Tanzania: Tanzania memindahkan ibukotanya dari Dar es Salaam ke Dodoma. Pemindahan ini dimulai pada tahun 1974 dan diresmikan pada tahun 1996. Pemindahan ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki masalah sosial dan ekonomi, meskipun hasilnya dianggap tidak begitu sukses.
9. Kazakhstan: Pada tahun 1997, ibukota Kazakhstan dipindahkan dari Almaty ke Astana (kemudian berganti nama menjadi Nur Sultan) yang berjarak 1.220 km. Alasan pemindahan ini adalah lokasi yang strategis di tengah negara. Nama Astana kemudian digunakan setelah kota ini resmi menjadi ibukota pada Mei 1998 sebagai penghargaan kepada mantan presiden.
10. Nigeria: Pada 1980-an, Nigeria memindahkan ibukotanya dari Lagos ke Abuja. Alasan di balik pemindahan ini adalah untuk meratakan ekonomi di seluruh daerah Nigeria dan menjaga netralitas antar etnis. Abuja secara resmi menjadi ibukota negara pada 12 Desember 1991.
Pemindahan ibukota adalah keputusan besar yang dapat memengaruhi perkembangan dan identitas sebuah negara. Meskipun alasan di balik pemindahan tersebut beragam, semua negara ini telah menjalani perubahan penting dalam sejarah mereka.











